Selasa, Agustus 04, 2020

Pemantulan Bunyi



    Bola yang kita lempar ke dinding keras akan memantul, demikian pula bunyi dapat memantul. Pemantulan bunyi terjadi apabila bunyi tersebut dalam perambatannya dihalangi oleh benda yang permukaannya keras. Benda keras tersebut dapat berupa batu, kayu, besi, seng, kaca, dan sebagainya. Bunyi dapat diserap (diredam) apabila mengenai benda yang memiliki permukaan lunak, seperti kain, karet, spon, dan busa.

Batu memiliki permukaan yang keras sehingga dapat memantulkan bunyi
Batu memiliki permukaan yang keras sehingga dapat memantulkan bunyi
(sumber: https://www.99.co/blog/indonesia/wp-content/uploads/2019/03/sumber-realstonecladdingcouk.jpg)

Dinding ruang studio dilapisi karpet agar dapat meredam suara
(Sumber : https://kontraktorjogja.co.id/wp-content/uploads/2019/06/Ruangan-Kedap-Suara.jpg)

1.       Bunyi Pantul yang Memperkeras Bunyi Asli
Jika jarak antara sumber bunyi dan dinding pemantul dekat kira-kira kurang dari 10 meter , maka bunyi pantul terdengar hampir bersamaan dengan suara asli, sehingga akan memperkeras suara asli. Misalnya, jika kita berbicara di dalam kamar kosong yang tertutup, maka bunyi yang kita keluarkan akan mengenai dinding-dinding kamar. Bunyi itu dipantulkan sehingga suara yang terdengar menjadi lebih kuat.

2.       Gaung atau Kerdam
Gaung adalah bunyi pantul yang terdengar sebagian bersamaan dengan bunyi asli, sehingga bunyi asli tidak jelas. Gaung sering terjadi pada:
  • Ruangan yang besar.
  • Gedung pertemuan.
  • Gedung bioskop, dan sebagainya.

3.      Gema
Gema adalah bunyi pantul yang terdengar sesudah bunyi asli selesai. Gema dapat terjadi bila sumber bunyi dan dinding pemantul jaraknya cukup jauh. Gema sering terjadi di lereng gunung atau jurang, gua-gua yang permukaannya keras dan rapat.

Yukkk kita refleksi bersama


Sumber : 
Endang Susilowati, Wiyanto. 2010. Ilmu Pengetahuan Alam 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional
Previous Post
Next Post

0 komentar: