Mengajar merupakan salah satu seni yang memiliki berbagai unsur di dalamnya. Kegiatan mengajar selain membutuhkan skill, teknik, dan strategi mengajar tentunya membutuhkan sebuah alat untuk mencapai tujuan dari sebuah pembelajaran. Alat tersebutlah yang dinamakan media pembelajaran. Media pembelajaran tentunya sudah tidak asing lagi dalam dunia pendidikan, karena media pembelajaran tidak pernah lepas dari kegiatan pembelajaran. Seperti apakah media pembelajaran itu?, dan seberapa penting peran media pembelajaran? Mari kita baca uraian berikut ini.
Media berasal dari kata medium
yang berarti sesuatu yang terletak di tengah (antara dua pihak atau kutub) atau
suatu alat. Briggs dalam Sri Anitah menjelaskan bahwa pada hakikatnya media
adalah peralatan fisik untuk membawakan atau menyempurnakan isi pembelajaran.
Termasuk di dalamnya buku, video, tape, slide suara, sura guru atau salah satu
komponen untuk menyampaikan.
Hunair berpendapat bahwa media pembelajaran merupakan sebuah alat yang
berfungsi dan digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran
sendiri memiliki arti proses komunikasi antara pembelajar, pengajar, dan bahan
ajar. Dan dapat dikatakan bahwa bentuk komunikasi tidak akan berjalan tanpa
bantuan sarana untuk menyampaikan pesan. Bentuk-bentuk stimulus dapat digunakan
sebagai media, diantaranya adalah hubungan atau interaksi manusia, realitas,
gambar bergerak atau tidak.
Media pembelajaran merupakan seperangkat alat bantu atau
pelengkap yang digunakan oleh guru atau pendidikan dalam rangka berkomunikasi
dengan siswa atau peserta didik. Dalam
hal ini alat bantu atau pelengkap tersebut lebih dikenal dengan sebutan media
pembelajaran. Banyak
batasan atau pengertian yang dikemukakan para ahli tentang media pembelajaran,
diantaranya adalah:
a.
Asosiaasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan, Association
of Education and Communication Technology (AECT) di Amerika, membatasi
media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan
pesan atau informasi.
b.
Nation Education Association (NEA), mengatakan bahwa
media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik cetak maupun multimedia serta
peralatannya.
c.
Gagne mengatakan bahwa media adalah berbagai jenis
komponen atau sumber belajar dalam lingkungan pembelajar yang dapat merangsang
pembelajar untuk belajar.
d.
Briggs mengatakan media adalah segala wahana atau
alat fisik yang dapat menyajikan peran serta merangsang pembelajar untuk
belajar.
Manakala kita melihat manfaat media dalam
pembelajaran tidak lain adalah memperlancar proses interaksi antara guru dengan
peserta didik, yang dalam hal ini membantu peserta didik untuk belajar secara
maksimal sehingga peserta didik dapat memahami konsep materi pembelajaran. Kemp
dan Dayton dalam Yamin memaparkan tidak kurang dari 8 manfaat media dalam
kegiatan pembelajaran, yaitu:
a.
Penyampaian materi dapat diseragamkan
b.
Proses pembelajaran menjadi lebih menarik.
c.
Proses belajar siswa menjadi lebih interaktif
d.
Jumlah waktu belajar-mengajar dapat dikurangi
e.
Kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan
f.
Proses belajar dapat terjadi di mana saja dan kapan saja
g.
Sikap positif siswa terhadap bahan pelajaran maupun terhadap proses
belajar itu sendiri dapat ditingkatkan
h. Peran guru dapat berubah
ke arah yang lebih positif dan produktif
Arsyad
dalam Sa’dun menjelaskan manfaat melalui penggunaan media dalam pembelajaran,
yaitu: (1) memperjelas penyajian pesan dan informasi; (2) meningkatkan dan
mengarahkan perhatian peserta didik sehingga menimbulkan motivasi belajar dan
interaksi secara langsung; (3) mengatasi keterbatasan indra, ruang dan waktu;
dan (4) memberikan kesamaan pengalaman belajar pada peserta didik.
Multimedia interaktif adalah suatu
multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh
pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses
selanjutnya. Contoh media interaktif adalah pembelajaran
interaktif, permainan, dan lain-lain.
Aplikasi multimedia dalam pembelajaran ditujukan untuk menyalurkan pesan
(pengetahuan, keterampilan, dan sikap) serta menstimulus pilihan, perasaan,
perhatian, dan kemauan siswa sehingga proses belajar bertujuan dan terkendali.
Seels dan Glasgow mengemukakan bahwa media interaktif
merupakan sistem media penyampaian yang menyajikan materi video rekaman dengan
pengendalian komputer kepada penonton (siswa) yang tidak hanya mendengar dan
melihat video dan suara, tetapi juga memberikan respon yang aktif dan respon
itu yang menentukan kecepatan dan sekuensi penyajian. Media interaktif memiliki
unsur audio-visual (termasuk animasi) dan disebut interaktif karena media
dirancang dengan melibatkan respon pemakai secara aktif. Selain itu menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) media interaktif adalah alat perantara atau
penghubung berkaitan dengan komputer yang bersifat saling melakukan aksi
antar-hubungan dan saling aktif.
Berdasarkan definisi tersebut dapat diambil
kesimpulan bahwa media interaktif adalah alat perantara yang dirancang dengan pemanfaatan
komputer menggunakan unsur seperti suara (audio), gambar (visual) dan teks
untuk menyampaikan suatu pesan. Pemanfaatan media pembelajaran pada era ini sangat
erat dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi salah satunya dengan
menggunakan berbagai media (multimedia). Disebut multimedia, karena media ini
merupakan kombinasi dari berbagai media telah disebutkan sebelumnya, yaitu
menggunakan, audio, video, garfis dan lain sebagainya. Sekarang ini multimedia
diarahkan kepada komputer yang perkembangannya sangat pesat dan sangat membantu
dalam dunia pendidikan. Media internet yang merajalela, sejatinya telah
memberikan pengaruh yang positif dalam pelaksanaan pembelajaran, diantaranya
dengan adanya program e-learning, e-education, dan lain-lain.
Penggabungan antara media dan teknologi ini
yang disebut multimedia interaktif, multimedia interaktif ini adalah berbagai
macam kombinasi grafik, teks, suara, video, dan animasi. Penggabungan ini
merupakan suatu kesatuan yang secara bersama-sama menampilkan informasi, pesan,
atau isi pelajaran.
Multimedia interaktif adalah suatu multimedia
yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna
sehingga pengguna dapat memilih yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh
multimedia interaktif adalah multimedia pembelajaran interaktif, aplikasi game
dan lain-lain.
Apabila multimedia pembelajaran dipilih, dikembangkan, dan digunakan
secara tepat dan baik, akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi guru dan
siswa. Secara umum manfaat yagn dapat diperoleh adalah proses belajar yang
lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi,
kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan dan proses belajar dapat dilakukan
dimana dan kapan saja, serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan. Manfaat di
atas akan diperoleh mengingat pendapat keunggulan dari sebuah multimedia yaitu:
a.
Memperbesar
benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata, seperti kuman, bakteri,
elektron dan lain-lain.
b.
Memperkecil
benda yang sangat besar yang tidak mungkin dihadirkan ke sekolah, seperti
gajah, rumah, gunung, dan lain-lain.
c.
Menyajikan
benda atau peristiwa yang kompleks, rumit dan berlangsung cepat atau lambat,
seperti system tubuh manusia, bekerjanya suatu mesin, beredarnya planet, berkembangnya
bunga, dan lain-lain.
d.
Menyajikan
benda atau peristiwa yang jauh, seperti bulan, bintang, salju, dan lain-lain.
e.
Menyajikan
benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan gunung berapi, harimau,
racun, dan lain-lain.
f.
Meningkatkan
daya tarik dan perhatian siswa.
Sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran, pemilihan dan
penggunaan multimedia pembelajaran harus memperhatikan karakteristik komponen
lain, seperti: tujuan, materi, strategi, dan juga evaluasi pembelajaran.
Karakteristik multimedia pembelajaran adalah sebagai berikut:
a.
Memiliki
lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan unsur audio dan
visual.
b.
Bersifat
interaktif, dalam pengertian memiliki kemampuan untuk mengakomodasi respon
pengguna.
c.
Bersifat
mandiri, dalam pengertian memberi kemudahan dan kelengkapan isi sedemikian rupa
sehingga pengguna bisa menggunakan tanpa bimbingan orang lain.
Selain memenuhi ketiga
karakteristik tersebut, multimedia pembelajaran sebaiknya juga memenuhi fungsi
berikut:
a.
Mampu
memperkuat respon pengguna secepatnya dan sesering mungkin.
b.
Mampu
memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengontrol laju kecepatan belajar
sendiri.
c.
Memperhatikan
bahwa siswa mengikuti suatu urutan yang jelas dan terkendalikan.
d.
Mampu
memberikan kesempatan adanya partisipasi dari pengguna dalam bentuk respon baik
berupa jawaban, pemilihan, keputusan, percobaan, dan lain-lain.
Multimedia dalam pembelajaran memiliki berbagai
macam variasi format penyajian. Format penyajian multimedia dalam pembelajaran
yang paling paling sering ditemui adalah format tutorial, dimana media
pembelajaran bersifat sebagaimana seorang instruktur. Selain itu banyak
format-format penyajian multimedia untuk kepentingan pembelajaran. Format sajian multimedia pembelajaran dapat dikategorikan ke dalam 5
kelompok berikut:
a.
Tutorial
Format sajian ini merupakan multimedia yang dalam
penyampaian materinya dilakukan secara tutorial, sebagaimana layaknya tutorial
yang dilakukan guru atau instruktur. Informasi yang berisi suatu konsep
disajikan dengan teks, gambar, dan grafik. Pada saat yang tepat, yaitu ketika
dianggap bahwa pengguna telah membaca, menginterpretasikan dan menyerap suatu
konsep itu, diajukan serangkaian pertanyaan atau tugas. Jika jawaban atau
respon pengguna benar, kemudian dilanjutkan dengan materi berikutnya. Jika
jawaban atau respon pengguna salah, maka pengguna harus mengulang memahami
konsep tersebut secara keseluruhan maupun pada bagian-bagian tertentu saja.
Kemudian pada bagian akhir biasanya akan diberikan serangkaian pertanyaan yang
merupakan tes untuk mengukur tingkat pemahaman penggunna atas konsep atau
materi yang disampaikan.
b.
Drill dan Practice
Format ini dimaksudkan untuk melatih pengguna sehingga
mempunyai kemahiran di suatu keterampilan atau memperkuat penguasaan terhadap
suatu konsep. Program ini juga menyediakan serangkaina soal atau pertanyaan
yang biasanya ditampilkan secara acak, sehingga setiap kali digunakan maka soal
atau pertanyaan yang tampil akan selalu berbeda, atau paling tidak dalam
kombinasi yang berbeda.
Program ini dilengkapi dengan jawaban yang benar,
lengkap dengan penjelasannya sehingga diharapkan pengguna akan bisa pula
memahami suatu konsep tertentu. Pada bagian akhir, pengguna juga bisa melihat
skor akhir yang ia capai, sebagai indicator untuk mengukur tingkat keberhasilan
dalam memecahkan soal-soal yang diajukan.
c.
Simulasi
Multimedia pembelajaran dengan format ini mencoba
menyamai proses dinamis yang terjadi di dunia nyata, misalnya untuk
mensimulasikan pesawat terbang, menjalankan usaha kecil, atau pengendalian
pembangkit listrik tenaga nuklir dan lain-lain. Pada dasarnya format ini
mencoba memberikan pengalaman masalah dunia nyata yang biasanya berhubungan
dengan suatu resiko, seperti pesawat yang akan jatuh atau menabrak, perusahaan
akan bangkrut, atau terjadi malapetaka nuklir.
d.
Percobaan
atau Eksperimen
Format ini mirip dengan format simulasi, namun
lebih ditujukan kepada kegiatan-kegiatan yang bersifat eksperimen, seperti
kegiatan praktikum di laboratorium IPA, biologi atau kimia. Program menyediakan
serangkaian peralatan dan bahan, kemuadian pengguna bisa melakukan percobaan
atau eksperimen sesuai petunjuk dan kemudian mengembangkan
eksperimen-eksperimen lain berdasarkan petunjuk tersebut. Diharapkan pada
akhirnya pengguna dapat menjelaskan suatu konsep atau fenomena tertentu
berdasarkan eksperimen yang mereka lakukan secara maya tersebut.
e.
Permainan
Tentu saja permainan yang disajikan disini tetap
mengacu pada proses pembelajaran dan dengan program multimedia berformat ini
diharapkan terjadi aktivitas belajar sambil bermain. Dengan demikian pengguna
tidak merasa bahwa mereka sesungguhnya sedang belajar.
Perbaikan kualitas pendidikan diarahkan pada peningkatan kualitas
proses pembelajaran, pengadaan buku paket dan buku bacaan atau buku referensi,
serta alat-alat pendidikan atau pembelajaran. Peningkatan kualitas proses
pembelajaran dilakukan melalui in-service
training guru yang sasarannya adalah penguasaan landasan pendidikan, materi
pembelajaran, metode dan strategi mengajar, pembuatan dan penggunaan alat
pembelajarn serta evaluasi pembelajaran.
Guru memegang peran penting dan strategis dalam proses pembelajaran.
Proses pembelajaran sebagai suatu aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan,
keterampilan dan sikap siswa berkaitan langsung dengan aktivitas guru, baiki di
sekolah maupun di luar sekolah. Sebagai suatu system kegiatan, proses
pembelajaran selalu melibatkan guru. Keterlibatan guru tersebut mulai dari
pemilihan dan pengurutan materi pembelajaran, penerapan dan penggunaan metode
pembelajaran, penyampaian materi pembelajaran, pembimbingan pembelajaran,
sampai pada pengevaluasian hasil belajar.
Pembelajaran dengan menggunakan multimedia muncul dan berkembang
berdasarkan permasalahan yang muncul dalam penerapan teknologi dalam proses
pembelajaran dan kejenuhan dan kurang komunikatifnya penyampaian materi
pelajaran di dalam kelas yang dapat memotivasi peserta didik. Pemanfaatan multimedia
dalam pembelajaran menjadi suatu solusi peningkatan kualitas pembelajaran yang
ada di kelas, dan menjadikan suatu alternative keterbatasan kesemparan mengajar
yang dilaksanakan pendidik.
Pembelajaran dengan menggunakan multimedia bertujuan untuk memudahkan
proses pembelajaran dan menumbuhkan kekreatifan dan keinovasian pendidik dalam
mendesain pembelajaran yang komunikatif dan interaktif serta sebagai jalan
permasalahan di tengah kesibukan pendidik. Pengembangan multimedia dalam
pembelajaran selanjutnya dimanfaatkan ke dalam pembelajaran di kelas untuk
menggantikan ataupun sebagai pelengkap dalam pembelajaran konvensional.
Al-Qur’an memberikan penjelasan yang jelas kepada para guru dalam
melaksanakan pembelajaran. Al-Qur’an memberikan gambaran yang jelas terkait
media pembelajaran dalam pendidikan, diantaranya yang menjadi rujukan dalam
mentarsirkan media pembelajaran adalah keteladanan yang ada pada pribadi
Rasulullah SAW.
Keteladanan yang dimiliki oleh rasulullah SAW dijelaskan dalam Al-Qur’an surat
Al-Jum’ah sebagai berikut:
هُوَ
ٱلَّذِي بَعَثَ فِي ٱلۡأُمِّيِّۧنَ رَسُولٗا مِّنۡهُمۡ يَتۡلُواْ عَلَيۡهِمۡ
ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمۡ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَإِن
كَانُواْ مِن قَبۡلُ لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ٢
“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul
di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan
mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya
mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”
Berdasarkan penjelasan dari ayat tersebut, nabi
dikisahkan telah mengajarkan ummatnya dengan menggunakan media antara lain,
dengan menggunakan perbuatannya, keteladanannya, dimana nabi langsung
memberikan uswatun hasanah.