Selasa, September 15, 2020

Bagian-Bagian Tumbuhan

 


Akar

Akar merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terpendam di dalam tanah. Bentuk akar pada dasarnya ada dua macam. Ada tumbuhan yang akarnya berbentuk serabut-serabut kecil dengan ukuran hampir sama yang disebut akar serabut, ada pula tumbuhan yang akarnya terdiri atas satu bagian pokok yang lebih besar dan bagian yang lebih kecil sebagai percabangannya. Akar jenis kedua ini disebut akar tunggang. Baik akar tunggang maupun akar serabut pada permukaannya ditutupi bulu halus disebut rambut akar.

Fungsi akar adalah untuk menyerap makanan, yaitu air dan mineral dari dalam tanah. Selain itu akar juga berfungsi untuk memperkokoh tegaknya tumbuhan. Pada tumbuhan bengkoang dan wortel, akar berguna pula untuk menyimpan cadangan makanan.

Batang 

Batang merupakan bagian tumbuhan yang amat penting. Batang dapat diumpamakan sebagai sumbu tubuh tumbuhan. Pada umumnya batang tumbuh di atas tanah. Batang tumbuhan berlawanan arah dengan gaya tarik bumi.

Batang berfungsi sebagai organ pengangkutan. Bahan yang diangkut adalah bahan makanan dan air. Bahan makanan diambil oleh akar dan diangkut ke daun oleh batang. Bahan makanan yang sudah dimasak oleh daun, diangkut oleh batang ke seluruh tubuh tumbuhan. Selain itu, batang juga berguna untuk menegakkan tubuh.

Daun 

Pada umumnya daun memiliki warna dasar yang sama, yaitu hijau. Warna hijau ini disebabkan karena adanya klorofil atau zat hijau daun. Selain warna, ciri khas daun terletak pada bentuknya. Pada umumnya daun memiliki bentuk berupa lembaran yang melekat pada batang atau ranting.

Daun tumbuhan memiliki fungsi utama dalam proses memasak makanan dengan dibantu oleh sinar matahari. Proses ini disebut fotosintesis.


Bunga

Bunga merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling menarik. Bunga menjadi sangat menarik karena warnanya yang indah ataupun karena baunya. Bunga merupakan hasil bentukan dari bakal daun dan batang sehingga bentuk bunga juga berupa lembaran-lembaran.

Fungsi utama bunga adalah sebagai alat perkembangbiakan. Sebagai alat perkembangbiakan bunga dilengkapi dengan adanya putik dan benang sari. Putik sebagai alat kelamin betina, sedangkan benang sari sebagai alat kelamin jantan. Sebuah bunga selain memiliki alat perkembangbiakan juga dilengkapi dengan perhiasan berupa mahkota dan kelopak. Dalam proses perkembangbiakan, bunga akhirnya akan berkembang menjadi buah.

Buah
Buah merupakan bagian tumbuhan yang berfungsi untuk melindungi biji. Buah beraneka ragam bentuk, rasa, dan warnanya. Ada buah yang berbentuk bulat, seperti buah apel, buah kelengkeng, buah jeruk, dan buah rambutan. Ada juga buah yang berbentuk lonjong, seperti buah pepaya dan buah mangga. 


Selasa, Agustus 04, 2020

Pemantulan Bunyi



    Bola yang kita lempar ke dinding keras akan memantul, demikian pula bunyi dapat memantul. Pemantulan bunyi terjadi apabila bunyi tersebut dalam perambatannya dihalangi oleh benda yang permukaannya keras. Benda keras tersebut dapat berupa batu, kayu, besi, seng, kaca, dan sebagainya. Bunyi dapat diserap (diredam) apabila mengenai benda yang memiliki permukaan lunak, seperti kain, karet, spon, dan busa.

Batu memiliki permukaan yang keras sehingga dapat memantulkan bunyi
Batu memiliki permukaan yang keras sehingga dapat memantulkan bunyi
(sumber: https://www.99.co/blog/indonesia/wp-content/uploads/2019/03/sumber-realstonecladdingcouk.jpg)

Dinding ruang studio dilapisi karpet agar dapat meredam suara
(Sumber : https://kontraktorjogja.co.id/wp-content/uploads/2019/06/Ruangan-Kedap-Suara.jpg)

1.       Bunyi Pantul yang Memperkeras Bunyi Asli
Jika jarak antara sumber bunyi dan dinding pemantul dekat kira-kira kurang dari 10 meter , maka bunyi pantul terdengar hampir bersamaan dengan suara asli, sehingga akan memperkeras suara asli. Misalnya, jika kita berbicara di dalam kamar kosong yang tertutup, maka bunyi yang kita keluarkan akan mengenai dinding-dinding kamar. Bunyi itu dipantulkan sehingga suara yang terdengar menjadi lebih kuat.

2.       Gaung atau Kerdam
Gaung adalah bunyi pantul yang terdengar sebagian bersamaan dengan bunyi asli, sehingga bunyi asli tidak jelas. Gaung sering terjadi pada:
  • Ruangan yang besar.
  • Gedung pertemuan.
  • Gedung bioskop, dan sebagainya.

3.      Gema
Gema adalah bunyi pantul yang terdengar sesudah bunyi asli selesai. Gema dapat terjadi bila sumber bunyi dan dinding pemantul jaraknya cukup jauh. Gema sering terjadi di lereng gunung atau jurang, gua-gua yang permukaannya keras dan rapat.

Yukkk kita refleksi bersama


Sumber : 
Endang Susilowati, Wiyanto. 2010. Ilmu Pengetahuan Alam 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional

Selasa, Juli 21, 2020

Yukkk Mengenal Alat Pendengar Pada Manusia

Yukkk Mengenal Alat Pendengar Pada Manusia

Sumber Gambar: https://teks.co.id/wp-content/uploads/2020/01/tel.png


Telinga merupakan indra untuk mendengar. Setiap hari kita mendengarkan bermacam-macam suara, tetapi tidak semua suara dapat kita dengar. Telinga kita hanya mampu mendengarkan suara yang berfrekuensi antara 20 – 20.000 getaran per detik (Hertz/Hz).

A. Bagian-Bagian Telinga dan Fungsinya

    Telinga terdiri atas tiga bagian, yaitu telinga bagian luar, bagian tengah, dan bagian dalam. Telinga bagian luar terdiri atas daun telinga, lubang telinga, dan gendang telinga. Daun telinga terdiri atas tulang rawan yang dapat ditekuk. Daun telinga berfungsi untuk menangkap suara dari luar. Suara yang telah ditangkap lalu diteruskan lewat lubang telinga menuju ke gendang telinga. Gendang telinga kemudian bergetar sesuai dengan jumlah getaran yang diterima daun telinga.

    Telinga bagian tengah terdiri atas tulang martil, tulang landasan, dan tulang sanggurdi. Ketiga tulang itu disebut tulang-tulang pendengaran. Telinga bagian tengah berfungsi menerima suara yang ditangkap oleh telinga bagian luar. Pada bagian ini, terdapat saluran eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga mulut. Fungsi saluran eustachius adalah untuk menyeimbangkan tekanan udara antara telinga luar dengan telinga tengah.

    Telinga bagian dalam terdiri atas tingkap jorong, bundar, tiga saluran setengah lingkaran, serta rumah siput (koklea). Pada rumah siput terdapat ujung-ujung saraf pendengaran dan alat keseim-bangan tubuh.

B. Cara Kerja Telinga

    Daun telinga merupakan corong yang berguna untuk mengumpulkan getaran bunyi. Bunyi tersebut kemudian masuk ke lubang telinga hingga mencapai gendang telinga. Gendang telinga pun lalu bergetar. Getaran gendang telinga menggetarkan tulang-tulang pendengaran sehingga sampai pada cairan limfa yang berada di dalam rumah siput. Getaran cairan limfa merangsang ujung-ujung saraf yang kemudian menyampaikan rangsang bunyi ke otak. Otak pun lalu merespon dan akibatnya kita bisa mendengar bunyi.

    Selain sebagai indra pendengar, telinga juga berfungsi sebagai alat keseimbangan tubuh. Bunyi atau suara yang sangat keras dapat memecahkan gendang telinga. Mengapa demikian? Karena gendang telinga hanyalah selaput tipis yang mudah pecah atau robek. Tindakan apa yang dapat kamu lakukan ketika mendengar suara yang keras seperti suara petir?

C. Pemeliharaan Telinga

    Bagaimanakah telinga yang sehat itu? Telinga yang sehat adalah telinga yang tidak kotor, tidak lembab, dan tidak berbau. Tahukah kamu cara menjaga agar telinga tetap sehat? Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan agar telinga kita tetap sehat.

  1. Bersihkan telinga secara teratur agar telinga tidak tersumbat. Pada saat membersihkan, lakukan dengan hati-hati agar tidak merobek gendang telinga.
  2. Usahakan telinga selalu berada dalam keadaan kering.
  3. Hindarilah mendengar bunyi yang terlalu keras, seperti bunyi petir, atau suara mesin yang bising. Tutuplah telinga apabila mendengar bunyi yang keras.
  4. Keringkan telinga dengan kain yang halus setelah mandi atau berenang.
  5. Bersihkan bagian luar telinga secara teratur.
  6. Apabila dirasa ada gangguan pada telinga, segeralah periksa ke dokter THT.

    Tindakan perawatan dan pemeliharaan telinga penting dilakukan agar telinga terhindar dari penyakit atau gangguan. Beberapa penyakit atau gangguan yang sering terjadi pada telinga antara lain sebagai berikut.

  1. Tuli atau tidak dapat mendengar, dapat dialami sejak kecil atau setelah dewasa.
  2. Gendang telinga pecah.
  3. Liang telinga tersumbat.
  4. Saraf pendengaran rusak.
  5. Pengapuran pada tulang pendengaran.
  6. Keluar cairan berbau busuk dari telinga karena radang.
  7. Bisul atau luka yang terjadi karena infeksi.

Sumber:

Budi Wahyono, Setya Nurachmandani. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam 4 Untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Endang Susilowati, Wiyanto. 2010. Ilmu Pengetahuan Alam 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.


Sabtu, Juli 18, 2020

Pengenalan Kerjasama dalam Keberagaman


Assalamu'alaikum
Apa kabar anak anak luar biasa...
Bagaimana kabarnya hari ini? semoga kita tetap dalam perlindungan Allah SWT.
Anak-anak luarbiasa, hari ini kita akan belajar tentang kerjasama. Apa itu kerja sama, mari kita simak video berikut!

Nahhh, setelah kalian memperhatikan video tersebut. Bacalah keterangan berikut dengan seksama!

Kerjasama merupakan kegiatan yang dilakukan oleh beberapa orang untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang telah disepakati bersama. Kerja sama memiliki banyak manfaat, yaitu meringankan pekerjaan, membuat pekerjaan cepat selesai, meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan, serta memupuk rasa tolong menolong. 

Kerja sama dapat dilakukan dimana saja, contohnya di sekolah. Salah satu bentuk kerja sama dalam keberagaman disekolah adalah kerja sama membersikan lingkungan sekolah. Ketika membersihkan lingkungan sekolah, kita melalukan kerja sama dengan kompak dan penuh semangat. 

Bentuk-bentuk kerja sama di kelas 
Kerja sama bentuknya sangat beragam. Kerja sama juga dapat dilakukan di dalam kelas, seperti: 
1.       Piket Kelas 
Piket kelas merupakan salah satu kegiatan kerja sama yang dilaksanakan di dalam kelas. Piket kelas adalah kegiatan membersihkan ruang kelas yang dilakukan setiap hari. Setiap siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk melaksanakan piket kelas. Piket Kelas memiliki banyak manfaat, diantaranya membuat kelas menjadi lebih bersih, melatih kerja sama siswa, dan meningkatkan semangat belajar. 

2.       Mengumpulkan sumbangan 
Ketika temanmu mengalami musibah, kamu dan teman-teman akan kerja sama mengumpulkan sumbangan. Sumbangan berupa uang, makanan, ataupun pakaian layak pakai. Sumbangan akan diberikan kepada temanmu tersebut. Sumbangan dapat membantu meringankan musibah temanmu tersebut. 

3.       Mengerjakan Tugas Kelompok 
Kamu pasti pernah mengerjakan tugas kelompok. Tugas kelompok membutuhkan kerja sama antar anggota kelompok. Pekerjaan yang dikerjakan bersama akan cepat selesai. Tugas kelompok banyak jenisnya, yaitu diskusi, membuat prakarya, dan melakukan presentasi di depan kelas. 

Bentuk-Bentuk Kerja Sama di Lingkungan Rumah 
Kerja sama juga dapat dilakukan di lingkungan rumah. Berikut contoh kerja sama di lingkungan rumah. 

1.       Ronda 
Kegiatan berkeliling yang dilaksanakan pada malam hari. Ronda bertujuan untuk menjada keamanan lingkungan sekitar. Ronda dapat dilakukan dengan berjalan kaki, bersepeda, atau kendaraan bermotor. Setiap malam warga bergiliran dan bekerja sama melaksanakan ronda untuk memberikan perlindungan dan pengamanan bagi masyarakat. 

2.       Kerja bakti 
Kegiatan yang dilakukan bersama-sama yang berguna untuk kepentingan bersama. Contoh kerja bakti yang dilakukan di masyarakat yaitu membersihkan sampah yang menyumbat selokan, memperbaiki jalan, dan memperindah taman. Lingkungan yang bersih membuat warga merasa nyaman dan terbebas dari penyakit. 

3.       Gotong Royong menolong warga yang mengalami musibah
Gotong royong merupakan Sebuah kegiatn yang dilakukan bersama sama dan bersifat sukarela. Gotong royong menumbuhkan rasa kebersamaan dan tolong menolong antar warga. Saat terjadi bencana, para relawan bergotong royong membantu warga dengan memberikan bantuan berupa makanan, tempat pengungsian, dan makanan.

4.       Persiapan Hari Kemerdekaan
Seluruh warga yang berbeda suku dan agama bekerja sama dalam persiapan hari kemerdekaan. Para warga menyusun berbagai acara yang akan diadakan saat hari kemerdekaan , seperti upacara kemerdekaan dan berbagai macam kegiatan lainnya.

Anak-anak yang luar biasa, sekarang kita telah belajar tentang kerjasama dengan baik. Sekarang kerjakan soal berikut dan kumpulkan di google classroom kalian!
1.     Kegiatan yang dilakukan oleh beberapa orang untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang telah disepakati bersama disebut ....
2.      Tujuan diadakannya ronda yaitu ....
3.      Contoh kerja sama di dalam kelas adalah ....
4.      Rudi, Eko, dan Mamat mendapatkan tugas untuk membuat sebuah hasta karya dari barang bekas. Agar tugas mereka bisa cepat selesai mereka harus ....
5.     Covid-19 memberikan berbagai masalah terhadap masyarakat, salah satunya adalah lockdown bagi warga yang berada di lingkungan sekitar pasien Covid-19 sehingga mereka kesulitan mendapatkan bahan pokok. Melihat kondisi seperti ini kita harus mengadakan ....

Senin, Juli 13, 2020

[Kegiatan Pembelajaran] Kelas 4C SD Islam Surya Buana Malang Selasa, 14 Juli 2020

 
Jadwal Kegiatan Pembelajaran pada hari Selasa, 14 Juli 2020 adalah sebagai berikut:
  1. Bahasa Arab 
  2. Fiqih
  3. Tematik
Langkah Pembelajaran
  • Ananda menyaksikan video berikut
  • Setelah ananda menyaksikan video pembelajaran tersebut ananda mengerjakan lembar Legendaris dengan pilihan teks sebagai berikut:

Teks 1

Aku ingin mencoba bermain Egrang. Permainan ini menggunakan dua bilah bambu yang diberi pijakan. Pemain harus menjaga keseimbangan agar bisa menjalankan bambu yang dipijaknya. Menurut penjelasan di pojok permainan egrang, permainan ini dijumpai di banyak daerah di Indonesia, walaupun dengan nama yang berbeda-beda. Tengkak￾tengkak di Sumatera Selatan, Jangkungan di Jawa Tengah, Batungkau di Kalimantan Selatan, Ingkau di Bengkulu, atau Egrang di Lampung.

Teks 2

Siapa yang tidak mengenal pulau Bali? Pulau yang diberi julukan Pulau Dewata, karena mencerminkan indahnya tempat tinggal para dewa dan dewi. Pulau Bali terkenal hingga ke mancanegara karena pantai-pantainya yang indah nan menawan. Namun, apakah hanya pantai di Pulau Bali yang mampu memikat hati. Apakah kamu pernah melihat ribuan pantai di kepulauan Indonesia lain?

Teks 3

Dari cerita sepupu-sepupunya di Bali, Lombok adalah pulau yang indah, sama indahnya dengan Bali. Lombok juga dikelilingi oleh pantai yang indah, tetapi saat ini wisatawan yang datang ke Lombok belum seramai wisatawan di Bali. Dayu ingin tahu, apa beda Bali dengan Lombok?



Minggu, Juni 28, 2020

Media Pembelajaran


Mengajar merupakan salah satu seni yang memiliki berbagai unsur di dalamnya. Kegiatan mengajar selain membutuhkan skill, teknik, dan strategi mengajar tentunya membutuhkan sebuah alat untuk mencapai tujuan dari sebuah pembelajaran. Alat tersebutlah yang dinamakan media pembelajaran. Media pembelajaran tentunya sudah tidak asing lagi dalam dunia pendidikan, karena media pembelajaran tidak pernah lepas dari kegiatan pembelajaran. Seperti apakah media pembelajaran itu?, dan seberapa penting peran media pembelajaran? Mari kita baca uraian berikut ini.

1.      Hakikat Media Pembelajaran

Media berasal dari kata medium yang berarti sesuatu yang terletak di tengah (antara dua pihak atau kutub) atau suatu alat. Briggs dalam Sri Anitah menjelaskan bahwa pada hakikatnya media adalah peralatan fisik untuk membawakan atau menyempurnakan isi pembelajaran. Termasuk di dalamnya buku, video, tape, slide suara, sura guru atau salah satu komponen untuk menyampaikan.[1]

Hunair berpendapat bahwa media pembelajaran merupakan sebuah alat yang berfungsi dan digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran sendiri memiliki arti proses komunikasi antara pembelajar, pengajar, dan bahan ajar. Dan dapat dikatakan bahwa bentuk komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana untuk menyampaikan pesan. Bentuk-bentuk stimulus dapat digunakan sebagai media, diantaranya adalah hubungan atau interaksi manusia, realitas, gambar bergerak atau tidak.[2]

Media pembelajaran merupakan seperangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan oleh guru atau pendidikan dalam rangka berkomunikasi dengan siswa atau peserta didik[3]. Dalam hal ini alat bantu atau pelengkap tersebut lebih dikenal dengan sebutan media pembelajaran. Banyak batasan atau pengertian yang dikemukakan para ahli tentang media pembelajaran, diantaranya adalah[4]:

a.       Asosiaasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan, Association of Education and Communication Technology (AECT) di Amerika, membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi.

b.      Nation Education Association (NEA), mengatakan bahwa media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik cetak maupun multimedia serta peralatannya.

c.       Gagne mengatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen atau sumber belajar dalam lingkungan pembelajar yang dapat merangsang pembelajar untuk belajar.

d.      Briggs mengatakan media adalah segala wahana atau alat fisik yang dapat menyajikan peran serta merangsang pembelajar untuk belajar.

2.      Manfaat Media Pembelajaran

Manakala kita melihat manfaat media dalam pembelajaran tidak lain adalah memperlancar proses interaksi antara guru dengan peserta didik, yang dalam hal ini membantu peserta didik untuk belajar secara maksimal sehingga peserta didik dapat memahami konsep materi pembelajaran. Kemp dan Dayton dalam Yamin memaparkan tidak kurang dari 8 manfaat media dalam kegiatan pembelajaran, yaitu:[5]

a.       Penyampaian materi dapat diseragamkan

b.      Proses pembelajaran menjadi lebih menarik.

c.       Proses belajar siswa menjadi lebih interaktif

d.      Jumlah waktu belajar-mengajar dapat dikurangi

e.       Kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan

f.       Proses belajar dapat terjadi di mana saja dan kapan saja

g.      Sikap positif siswa terhadap bahan pelajaran maupun terhadap proses belajar itu sendiri dapat ditingkatkan

h.      Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif dan produktif

Arsyad dalam Sa’dun menjelaskan manfaat melalui penggunaan media dalam pembelajaran, yaitu: (1) memperjelas penyajian pesan dan informasi; (2) meningkatkan dan mengarahkan perhatian peserta didik sehingga menimbulkan motivasi belajar dan interaksi secara langsung; (3) mengatasi keterbatasan indra, ruang dan waktu; dan (4) memberikan kesamaan pengalaman belajar pada peserta didik.[6]

3.      Media Pembelajaran Multimedia Interaktif

Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh media interaktif adalah pembelajaran interaktif, permainan, dan lain-lain.[7] Aplikasi multimedia dalam pembelajaran ditujukan untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) serta menstimulus pilihan, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga proses belajar bertujuan dan terkendali.

Seels dan Glasgow mengemukakan bahwa media interaktif merupakan sistem media penyampaian yang menyajikan materi video rekaman dengan pengendalian komputer kepada penonton (siswa) yang tidak hanya mendengar dan melihat video dan suara, tetapi juga memberikan respon yang aktif dan respon itu yang menentukan kecepatan dan sekuensi penyajian. Media interaktif memiliki unsur audio-visual (termasuk animasi) dan disebut interaktif karena media dirancang dengan melibatkan respon pemakai secara aktif. Selain itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) media interaktif adalah alat perantara atau penghubung berkaitan dengan komputer yang bersifat saling melakukan aksi antar-hubungan dan saling aktif.

Berdasarkan definisi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa media interaktif adalah alat perantara yang dirancang dengan pemanfaatan komputer menggunakan unsur seperti suara (audio), gambar (visual) dan teks untuk menyampaikan suatu pesan. Pemanfaatan media pembelajaran pada era ini sangat erat dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi salah satunya dengan menggunakan berbagai media (multimedia). Disebut multimedia, karena media ini merupakan kombinasi dari berbagai media telah disebutkan sebelumnya, yaitu menggunakan, audio, video, garfis dan lain sebagainya. Sekarang ini multimedia diarahkan kepada komputer yang perkembangannya sangat pesat dan sangat membantu dalam dunia pendidikan. Media internet yang merajalela, sejatinya telah memberikan pengaruh yang positif dalam pelaksanaan pembelajaran, diantaranya dengan adanya program e-learning, e-education, dan lain-lain.[8]

Penggabungan antara media dan teknologi ini yang disebut multimedia interaktif, multimedia interaktif ini adalah berbagai macam kombinasi grafik, teks, suara, video, dan animasi. Penggabungan ini merupakan suatu kesatuan yang secara bersama-sama menampilkan informasi, pesan, atau isi pelajaran.[9]

Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna sehingga pengguna dapat memilih yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh multimedia interaktif adalah multimedia pembelajaran interaktif, aplikasi game dan lain-lain.[10]

4.      Manfaat Pembelajaran Multimedia Interaktif

Apabila multimedia pembelajaran dipilih, dikembangkan, dan digunakan secara tepat dan baik, akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi guru dan siswa. Secara umum manfaat yagn dapat diperoleh adalah proses belajar yang lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan dan proses belajar dapat dilakukan dimana dan kapan saja, serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan. Manfaat di atas akan diperoleh mengingat pendapat keunggulan dari sebuah multimedia yaitu:

a.       Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata, seperti kuman, bakteri, elektron dan lain-lain.

b.      Memperkecil benda yang sangat besar yang tidak mungkin dihadirkan ke sekolah, seperti gajah, rumah, gunung, dan lain-lain.

c.       Menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, rumit dan berlangsung cepat atau lambat, seperti system tubuh manusia, bekerjanya suatu mesin, beredarnya planet, berkembangnya bunga, dan lain-lain.

d.      Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh, seperti bulan, bintang, salju, dan lain-lain.

e.       Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan gunung berapi, harimau, racun, dan lain-lain.

f.       Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.[11]

5.      Karakteristik Media dalam Multimedia Pembelajaran

Sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran, pemilihan dan penggunaan multimedia pembelajaran harus memperhatikan karakteristik komponen lain, seperti: tujuan, materi, strategi, dan juga evaluasi pembelajaran. Karakteristik multimedia pembelajaran adalah sebagai berikut:[12]

a.       Memiliki lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan unsur audio dan visual.

b.      Bersifat interaktif, dalam pengertian memiliki kemampuan untuk mengakomodasi respon pengguna.

c.       Bersifat mandiri, dalam pengertian memberi kemudahan dan kelengkapan isi sedemikian rupa sehingga pengguna bisa menggunakan tanpa bimbingan orang lain.

Selain memenuhi ketiga karakteristik tersebut, multimedia pembelajaran sebaiknya juga memenuhi fungsi berikut:

a.       Mampu memperkuat respon pengguna secepatnya dan sesering mungkin.

b.      Mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengontrol laju kecepatan belajar sendiri.

c.       Memperhatikan bahwa siswa mengikuti suatu urutan yang jelas dan terkendalikan.

d.      Mampu memberikan kesempatan adanya partisipasi dari pengguna dalam bentuk respon baik berupa jawaban, pemilihan, keputusan, percobaan, dan lain-lain.

6.      Format Multimedia Pembelajaran

Multimedia dalam pembelajaran memiliki berbagai macam variasi format penyajian. Format penyajian multimedia dalam pembelajaran yang paling paling sering ditemui adalah format tutorial, dimana media pembelajaran bersifat sebagaimana seorang instruktur. Selain itu banyak format-format penyajian multimedia untuk kepentingan pembelajaran. Format sajian multimedia pembelajaran dapat dikategorikan ke dalam 5 kelompok berikut:[13]

a.       Tutorial

Format sajian ini merupakan multimedia yang dalam penyampaian materinya dilakukan secara tutorial, sebagaimana layaknya tutorial yang dilakukan guru atau instruktur. Informasi yang berisi suatu konsep disajikan dengan teks, gambar, dan grafik. Pada saat yang tepat, yaitu ketika dianggap bahwa pengguna telah membaca, menginterpretasikan dan menyerap suatu konsep itu, diajukan serangkaian pertanyaan atau tugas. Jika jawaban atau respon pengguna benar, kemudian dilanjutkan dengan materi berikutnya. Jika jawaban atau respon pengguna salah, maka pengguna harus mengulang memahami konsep tersebut secara keseluruhan maupun pada bagian-bagian tertentu saja. Kemudian pada bagian akhir biasanya akan diberikan serangkaian pertanyaan yang merupakan tes untuk mengukur tingkat pemahaman penggunna atas konsep atau materi yang disampaikan.

b.      Drill dan Practice

Format ini dimaksudkan untuk melatih pengguna sehingga mempunyai kemahiran di suatu keterampilan atau memperkuat penguasaan terhadap suatu konsep. Program ini juga menyediakan serangkaina soal atau pertanyaan yang biasanya ditampilkan secara acak, sehingga setiap kali digunakan maka soal atau pertanyaan yang tampil akan selalu berbeda, atau paling tidak dalam kombinasi yang berbeda.

Program ini dilengkapi dengan jawaban yang benar, lengkap dengan penjelasannya sehingga diharapkan pengguna akan bisa pula memahami suatu konsep tertentu. Pada bagian akhir, pengguna juga bisa melihat skor akhir yang ia capai, sebagai indicator untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam memecahkan soal-soal yang diajukan.

c.       Simulasi

Multimedia pembelajaran dengan format ini mencoba menyamai proses dinamis yang terjadi di dunia nyata, misalnya untuk mensimulasikan pesawat terbang, menjalankan usaha kecil, atau pengendalian pembangkit listrik tenaga nuklir dan lain-lain. Pada dasarnya format ini mencoba memberikan pengalaman masalah dunia nyata yang biasanya berhubungan dengan suatu resiko, seperti pesawat yang akan jatuh atau menabrak, perusahaan akan bangkrut, atau terjadi malapetaka nuklir.

d.      Percobaan atau Eksperimen

Format ini mirip dengan format simulasi, namun lebih ditujukan kepada kegiatan-kegiatan yang bersifat eksperimen, seperti kegiatan praktikum di laboratorium IPA, biologi atau kimia. Program menyediakan serangkaian peralatan dan bahan, kemuadian pengguna bisa melakukan percobaan atau eksperimen sesuai petunjuk dan kemudian mengembangkan eksperimen-eksperimen lain berdasarkan petunjuk tersebut. Diharapkan pada akhirnya pengguna dapat menjelaskan suatu konsep atau fenomena tertentu berdasarkan eksperimen yang mereka lakukan secara maya tersebut.

e.       Permainan

Tentu saja permainan yang disajikan disini tetap mengacu pada proses pembelajaran dan dengan program multimedia berformat ini diharapkan terjadi aktivitas belajar sambil bermain. Dengan demikian pengguna tidak merasa bahwa mereka sesungguhnya sedang belajar.

7.      Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Perbaikan kualitas pendidikan diarahkan pada peningkatan kualitas proses pembelajaran, pengadaan buku paket dan buku bacaan atau buku referensi, serta alat-alat pendidikan atau pembelajaran. Peningkatan kualitas proses pembelajaran dilakukan melalui in-service training guru yang sasarannya adalah penguasaan landasan pendidikan, materi pembelajaran, metode dan strategi mengajar, pembuatan dan penggunaan alat pembelajarn serta evaluasi pembelajaran.

Guru memegang peran penting dan strategis dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran sebagai suatu aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap siswa berkaitan langsung dengan aktivitas guru, baiki di sekolah maupun di luar sekolah. Sebagai suatu system kegiatan, proses pembelajaran selalu melibatkan guru. Keterlibatan guru tersebut mulai dari pemilihan dan pengurutan materi pembelajaran, penerapan dan penggunaan metode pembelajaran, penyampaian materi pembelajaran, pembimbingan pembelajaran, sampai pada pengevaluasian hasil belajar.

Pembelajaran dengan menggunakan multimedia muncul dan berkembang berdasarkan permasalahan yang muncul dalam penerapan teknologi dalam proses pembelajaran dan kejenuhan dan kurang komunikatifnya penyampaian materi pelajaran di dalam kelas yang dapat memotivasi peserta didik. Pemanfaatan multimedia dalam pembelajaran menjadi suatu solusi peningkatan kualitas pembelajaran yang ada di kelas, dan menjadikan suatu alternative keterbatasan kesemparan mengajar yang dilaksanakan pendidik.

Pembelajaran dengan menggunakan multimedia bertujuan untuk memudahkan proses pembelajaran dan menumbuhkan kekreatifan dan keinovasian pendidik dalam mendesain pembelajaran yang komunikatif dan interaktif serta sebagai jalan permasalahan di tengah kesibukan pendidik. Pengembangan multimedia dalam pembelajaran selanjutnya dimanfaatkan ke dalam pembelajaran di kelas untuk menggantikan ataupun sebagai pelengkap dalam pembelajaran konvensional.[14]

8.      Media Pembelajaran ditinjau dari Al-Qur’an dan Hadits

Al-Qur’an memberikan penjelasan yang jelas kepada para guru dalam melaksanakan pembelajaran. Al-Qur’an memberikan gambaran yang jelas terkait media pembelajaran dalam pendidikan, diantaranya yang menjadi rujukan dalam mentarsirkan media pembelajaran adalah keteladanan yang ada pada pribadi Rasulullah SAW[15]. Keteladanan yang dimiliki oleh rasulullah SAW dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Jum’ah sebagai berikut:

هُوَ ٱلَّذِي بَعَثَ فِي ٱلۡأُمِّيِّ‍ۧنَ رَسُولٗا مِّنۡهُمۡ يَتۡلُواْ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمۡ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبۡلُ لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ٢

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”[16]

Berdasarkan penjelasan dari ayat tersebut, nabi dikisahkan telah mengajarkan ummatnya dengan menggunakan media antara lain, dengan menggunakan perbuatannya, keteladanannya, dimana nabi langsung memberikan uswatun hasanah.



[1] Sri Anitah, Media Pembelajaran (Surakarta: Yuma Pressindo, 2010), hlm. 4-5.

[2] Hujair AH. Sanaki, Media Pembelajaran, (Jogyakarta: Safiria Insania Press, 2009), hlm. 3.

[3] Sudarwan Danim, Media Komunikasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), hlm. 7.

[4] Hunair, Media Pembelajaran, (Jogyakarta: Safiria Insania Press, 2009), hlm 3.

[5] Martinis Yamin, Kiat Membelajarkan Siswa, (Jakarta: GP Press Group, 2013), hlm. 200-203.

[6] Sa’dun Akbar, Instrumen Perangkat Pembelajaran (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2013), hlm. 119.

[7] Hamdani, Strategi Belajar Mengajar (Bandung: Pustaka Setia, 2011), hlm. 191.

[8] Sharon E. Smaldino, Deborah L. Lowther, James D. Russel, Teknolohi Pembelajaran dan Media untuk Belajar, (Jakarta: Fajar Interpratama Offset, 2012), hlm.169

[9] Ibid,.

[10] Ibid,.

[11] Sudarwan Danim. Op cit. hlm. 52.

[12] Ibid., hlm. 53-54.

[13] Ibid,. hlm: 54-56.

[14] Ibid,. hlm: 63-64.

[15] Samsul Ulum dan Triyo Supriyatno, Tarbiyah Qur’aniyyah, (Malang: UIN Press, 2006), hlm. 80-81.

[16] Al-Qur’an Al-Karim, Surat Al-Jum’ah ayat 2.


Jumat, Juni 26, 2020

Model Pembelajaran Picture and Picture

1.      Hakikat Pembelajaran Piture and Picture

Model Pembelajaran Picture and Picture adalah salah satu model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis. Pembelajaran ini memiliki ciri aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Model Pembelajaran Picture and Picture, mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi faktor utama dalam proses pembelajaran. Sehingga sebelum proses pembelajaran guru sudah menyiapkan gambar yang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau dalam bentuk cerita dalam ukuran besar. Menurut Johson and Johson prinsip dasar dalam model pembelajaran kooperatif Picture and Picture adalah sebagai berikut[1]:

a.       Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya.

b.      Setiap anggota kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota kelompok mempunyai tujuan yang sama.

c.       Setiap anggota kelompok (siswa) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya.

d.      Setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi.

e.       Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya.

f.       Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta mempertanggung jawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kooperatif.

Zaenal dalam bukunya mengemukakan model Picture and Picture adalah model pembelajaran yang ditekankan pada gambar yang diurutkan menjadi urutan yang logis, mengembangkan interaksi antar siswa yang saling asah, silih asih, dan silih asuh[2].

2.      Langkah-langkah Pembelajaran Picture and Picture

Pembelajaran Picture and Picture menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:

a.       Siswa menyimak penjelasan guru tentang kompetensi yang ingin dicapai.

b.      Siswa mendengarkan pengantar materi yang disampaikan oleh guru,

c.       Siswa mengamati memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi.

d.      Siswa berkelompok serta menempelkan gambar sesuai dengan materi yang sudah dijelaskan oleh guru.

e.       Dari alasan urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep atau materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.

f.       Siswa membuat kalimat berdasarkan gambar yang telah di tempel.

3.      Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Picture and Picture

Johnson dan Johnson model pembelajaran picture and picture mempunyai kelebihan dan kekurangan, yaitu:

        a.       Kelebihan Picture and Picture

Menurut Johonson dalam Trianto menyatakan[3]:

1)      Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa.

2)      Melatih berpikir logis dan sistematis

3)      Membantu siswa belajar berpikir berdasarkan sudut pandang suatu subjek bahasa dengan memberikan kebebasan siswa dalam praktik berpikir.

4)       Mengembangkan motivasi untuk belajar yang lebih baik.

5)      Siswa dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaan kelas.

        b.      Kekurangan Picture and Picture

Menurut Johonson dalam Trianto menyatakan[4]:

1)      Memakai banyak waktu

2)      Banyak siswa yang pasif

3)      Guru khawatir akan terjadi kekacauan di kelas.

4)      Banyak siswa yang tidak senang apabila disuruh bekerja sama dengan yang lainnya.

5)      Dibutuhkan dukungan fasilitas, alat dan biaya yang cukup memadai

Untuk mengatasi kekurangan tersebut di atas, pembentukan kelompok dilakukan secara heterogen agar anak yang kurang aktif berinteraksi dengan anak yang aktif, begitu juga dengan anak yang kurang pandai dicampur dengan anak yang pandai.



[1] Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Surabaya: Progresis. Hal. 281.

[2] Aqib Zaenal. 2014. Media Model Strategi Pembelajaran Inovatif. Bandung: Yrama. Hal. 18.

[3] Trianto, Hal. 12.

[4] Trianto, Hal. 12.