Minggu, Juni 28, 2020

Media Pembelajaran


Mengajar merupakan salah satu seni yang memiliki berbagai unsur di dalamnya. Kegiatan mengajar selain membutuhkan skill, teknik, dan strategi mengajar tentunya membutuhkan sebuah alat untuk mencapai tujuan dari sebuah pembelajaran. Alat tersebutlah yang dinamakan media pembelajaran. Media pembelajaran tentunya sudah tidak asing lagi dalam dunia pendidikan, karena media pembelajaran tidak pernah lepas dari kegiatan pembelajaran. Seperti apakah media pembelajaran itu?, dan seberapa penting peran media pembelajaran? Mari kita baca uraian berikut ini.

1.      Hakikat Media Pembelajaran

Media berasal dari kata medium yang berarti sesuatu yang terletak di tengah (antara dua pihak atau kutub) atau suatu alat. Briggs dalam Sri Anitah menjelaskan bahwa pada hakikatnya media adalah peralatan fisik untuk membawakan atau menyempurnakan isi pembelajaran. Termasuk di dalamnya buku, video, tape, slide suara, sura guru atau salah satu komponen untuk menyampaikan.[1]

Hunair berpendapat bahwa media pembelajaran merupakan sebuah alat yang berfungsi dan digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran sendiri memiliki arti proses komunikasi antara pembelajar, pengajar, dan bahan ajar. Dan dapat dikatakan bahwa bentuk komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana untuk menyampaikan pesan. Bentuk-bentuk stimulus dapat digunakan sebagai media, diantaranya adalah hubungan atau interaksi manusia, realitas, gambar bergerak atau tidak.[2]

Media pembelajaran merupakan seperangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan oleh guru atau pendidikan dalam rangka berkomunikasi dengan siswa atau peserta didik[3]. Dalam hal ini alat bantu atau pelengkap tersebut lebih dikenal dengan sebutan media pembelajaran. Banyak batasan atau pengertian yang dikemukakan para ahli tentang media pembelajaran, diantaranya adalah[4]:

a.       Asosiaasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan, Association of Education and Communication Technology (AECT) di Amerika, membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi.

b.      Nation Education Association (NEA), mengatakan bahwa media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik cetak maupun multimedia serta peralatannya.

c.       Gagne mengatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen atau sumber belajar dalam lingkungan pembelajar yang dapat merangsang pembelajar untuk belajar.

d.      Briggs mengatakan media adalah segala wahana atau alat fisik yang dapat menyajikan peran serta merangsang pembelajar untuk belajar.

2.      Manfaat Media Pembelajaran

Manakala kita melihat manfaat media dalam pembelajaran tidak lain adalah memperlancar proses interaksi antara guru dengan peserta didik, yang dalam hal ini membantu peserta didik untuk belajar secara maksimal sehingga peserta didik dapat memahami konsep materi pembelajaran. Kemp dan Dayton dalam Yamin memaparkan tidak kurang dari 8 manfaat media dalam kegiatan pembelajaran, yaitu:[5]

a.       Penyampaian materi dapat diseragamkan

b.      Proses pembelajaran menjadi lebih menarik.

c.       Proses belajar siswa menjadi lebih interaktif

d.      Jumlah waktu belajar-mengajar dapat dikurangi

e.       Kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan

f.       Proses belajar dapat terjadi di mana saja dan kapan saja

g.      Sikap positif siswa terhadap bahan pelajaran maupun terhadap proses belajar itu sendiri dapat ditingkatkan

h.      Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif dan produktif

Arsyad dalam Sa’dun menjelaskan manfaat melalui penggunaan media dalam pembelajaran, yaitu: (1) memperjelas penyajian pesan dan informasi; (2) meningkatkan dan mengarahkan perhatian peserta didik sehingga menimbulkan motivasi belajar dan interaksi secara langsung; (3) mengatasi keterbatasan indra, ruang dan waktu; dan (4) memberikan kesamaan pengalaman belajar pada peserta didik.[6]

3.      Media Pembelajaran Multimedia Interaktif

Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh media interaktif adalah pembelajaran interaktif, permainan, dan lain-lain.[7] Aplikasi multimedia dalam pembelajaran ditujukan untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) serta menstimulus pilihan, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga proses belajar bertujuan dan terkendali.

Seels dan Glasgow mengemukakan bahwa media interaktif merupakan sistem media penyampaian yang menyajikan materi video rekaman dengan pengendalian komputer kepada penonton (siswa) yang tidak hanya mendengar dan melihat video dan suara, tetapi juga memberikan respon yang aktif dan respon itu yang menentukan kecepatan dan sekuensi penyajian. Media interaktif memiliki unsur audio-visual (termasuk animasi) dan disebut interaktif karena media dirancang dengan melibatkan respon pemakai secara aktif. Selain itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) media interaktif adalah alat perantara atau penghubung berkaitan dengan komputer yang bersifat saling melakukan aksi antar-hubungan dan saling aktif.

Berdasarkan definisi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa media interaktif adalah alat perantara yang dirancang dengan pemanfaatan komputer menggunakan unsur seperti suara (audio), gambar (visual) dan teks untuk menyampaikan suatu pesan. Pemanfaatan media pembelajaran pada era ini sangat erat dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi salah satunya dengan menggunakan berbagai media (multimedia). Disebut multimedia, karena media ini merupakan kombinasi dari berbagai media telah disebutkan sebelumnya, yaitu menggunakan, audio, video, garfis dan lain sebagainya. Sekarang ini multimedia diarahkan kepada komputer yang perkembangannya sangat pesat dan sangat membantu dalam dunia pendidikan. Media internet yang merajalela, sejatinya telah memberikan pengaruh yang positif dalam pelaksanaan pembelajaran, diantaranya dengan adanya program e-learning, e-education, dan lain-lain.[8]

Penggabungan antara media dan teknologi ini yang disebut multimedia interaktif, multimedia interaktif ini adalah berbagai macam kombinasi grafik, teks, suara, video, dan animasi. Penggabungan ini merupakan suatu kesatuan yang secara bersama-sama menampilkan informasi, pesan, atau isi pelajaran.[9]

Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna sehingga pengguna dapat memilih yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh multimedia interaktif adalah multimedia pembelajaran interaktif, aplikasi game dan lain-lain.[10]

4.      Manfaat Pembelajaran Multimedia Interaktif

Apabila multimedia pembelajaran dipilih, dikembangkan, dan digunakan secara tepat dan baik, akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi guru dan siswa. Secara umum manfaat yagn dapat diperoleh adalah proses belajar yang lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan dan proses belajar dapat dilakukan dimana dan kapan saja, serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan. Manfaat di atas akan diperoleh mengingat pendapat keunggulan dari sebuah multimedia yaitu:

a.       Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata, seperti kuman, bakteri, elektron dan lain-lain.

b.      Memperkecil benda yang sangat besar yang tidak mungkin dihadirkan ke sekolah, seperti gajah, rumah, gunung, dan lain-lain.

c.       Menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, rumit dan berlangsung cepat atau lambat, seperti system tubuh manusia, bekerjanya suatu mesin, beredarnya planet, berkembangnya bunga, dan lain-lain.

d.      Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh, seperti bulan, bintang, salju, dan lain-lain.

e.       Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan gunung berapi, harimau, racun, dan lain-lain.

f.       Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.[11]

5.      Karakteristik Media dalam Multimedia Pembelajaran

Sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran, pemilihan dan penggunaan multimedia pembelajaran harus memperhatikan karakteristik komponen lain, seperti: tujuan, materi, strategi, dan juga evaluasi pembelajaran. Karakteristik multimedia pembelajaran adalah sebagai berikut:[12]

a.       Memiliki lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan unsur audio dan visual.

b.      Bersifat interaktif, dalam pengertian memiliki kemampuan untuk mengakomodasi respon pengguna.

c.       Bersifat mandiri, dalam pengertian memberi kemudahan dan kelengkapan isi sedemikian rupa sehingga pengguna bisa menggunakan tanpa bimbingan orang lain.

Selain memenuhi ketiga karakteristik tersebut, multimedia pembelajaran sebaiknya juga memenuhi fungsi berikut:

a.       Mampu memperkuat respon pengguna secepatnya dan sesering mungkin.

b.      Mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengontrol laju kecepatan belajar sendiri.

c.       Memperhatikan bahwa siswa mengikuti suatu urutan yang jelas dan terkendalikan.

d.      Mampu memberikan kesempatan adanya partisipasi dari pengguna dalam bentuk respon baik berupa jawaban, pemilihan, keputusan, percobaan, dan lain-lain.

6.      Format Multimedia Pembelajaran

Multimedia dalam pembelajaran memiliki berbagai macam variasi format penyajian. Format penyajian multimedia dalam pembelajaran yang paling paling sering ditemui adalah format tutorial, dimana media pembelajaran bersifat sebagaimana seorang instruktur. Selain itu banyak format-format penyajian multimedia untuk kepentingan pembelajaran. Format sajian multimedia pembelajaran dapat dikategorikan ke dalam 5 kelompok berikut:[13]

a.       Tutorial

Format sajian ini merupakan multimedia yang dalam penyampaian materinya dilakukan secara tutorial, sebagaimana layaknya tutorial yang dilakukan guru atau instruktur. Informasi yang berisi suatu konsep disajikan dengan teks, gambar, dan grafik. Pada saat yang tepat, yaitu ketika dianggap bahwa pengguna telah membaca, menginterpretasikan dan menyerap suatu konsep itu, diajukan serangkaian pertanyaan atau tugas. Jika jawaban atau respon pengguna benar, kemudian dilanjutkan dengan materi berikutnya. Jika jawaban atau respon pengguna salah, maka pengguna harus mengulang memahami konsep tersebut secara keseluruhan maupun pada bagian-bagian tertentu saja. Kemudian pada bagian akhir biasanya akan diberikan serangkaian pertanyaan yang merupakan tes untuk mengukur tingkat pemahaman penggunna atas konsep atau materi yang disampaikan.

b.      Drill dan Practice

Format ini dimaksudkan untuk melatih pengguna sehingga mempunyai kemahiran di suatu keterampilan atau memperkuat penguasaan terhadap suatu konsep. Program ini juga menyediakan serangkaina soal atau pertanyaan yang biasanya ditampilkan secara acak, sehingga setiap kali digunakan maka soal atau pertanyaan yang tampil akan selalu berbeda, atau paling tidak dalam kombinasi yang berbeda.

Program ini dilengkapi dengan jawaban yang benar, lengkap dengan penjelasannya sehingga diharapkan pengguna akan bisa pula memahami suatu konsep tertentu. Pada bagian akhir, pengguna juga bisa melihat skor akhir yang ia capai, sebagai indicator untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam memecahkan soal-soal yang diajukan.

c.       Simulasi

Multimedia pembelajaran dengan format ini mencoba menyamai proses dinamis yang terjadi di dunia nyata, misalnya untuk mensimulasikan pesawat terbang, menjalankan usaha kecil, atau pengendalian pembangkit listrik tenaga nuklir dan lain-lain. Pada dasarnya format ini mencoba memberikan pengalaman masalah dunia nyata yang biasanya berhubungan dengan suatu resiko, seperti pesawat yang akan jatuh atau menabrak, perusahaan akan bangkrut, atau terjadi malapetaka nuklir.

d.      Percobaan atau Eksperimen

Format ini mirip dengan format simulasi, namun lebih ditujukan kepada kegiatan-kegiatan yang bersifat eksperimen, seperti kegiatan praktikum di laboratorium IPA, biologi atau kimia. Program menyediakan serangkaian peralatan dan bahan, kemuadian pengguna bisa melakukan percobaan atau eksperimen sesuai petunjuk dan kemudian mengembangkan eksperimen-eksperimen lain berdasarkan petunjuk tersebut. Diharapkan pada akhirnya pengguna dapat menjelaskan suatu konsep atau fenomena tertentu berdasarkan eksperimen yang mereka lakukan secara maya tersebut.

e.       Permainan

Tentu saja permainan yang disajikan disini tetap mengacu pada proses pembelajaran dan dengan program multimedia berformat ini diharapkan terjadi aktivitas belajar sambil bermain. Dengan demikian pengguna tidak merasa bahwa mereka sesungguhnya sedang belajar.

7.      Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Perbaikan kualitas pendidikan diarahkan pada peningkatan kualitas proses pembelajaran, pengadaan buku paket dan buku bacaan atau buku referensi, serta alat-alat pendidikan atau pembelajaran. Peningkatan kualitas proses pembelajaran dilakukan melalui in-service training guru yang sasarannya adalah penguasaan landasan pendidikan, materi pembelajaran, metode dan strategi mengajar, pembuatan dan penggunaan alat pembelajarn serta evaluasi pembelajaran.

Guru memegang peran penting dan strategis dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran sebagai suatu aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap siswa berkaitan langsung dengan aktivitas guru, baiki di sekolah maupun di luar sekolah. Sebagai suatu system kegiatan, proses pembelajaran selalu melibatkan guru. Keterlibatan guru tersebut mulai dari pemilihan dan pengurutan materi pembelajaran, penerapan dan penggunaan metode pembelajaran, penyampaian materi pembelajaran, pembimbingan pembelajaran, sampai pada pengevaluasian hasil belajar.

Pembelajaran dengan menggunakan multimedia muncul dan berkembang berdasarkan permasalahan yang muncul dalam penerapan teknologi dalam proses pembelajaran dan kejenuhan dan kurang komunikatifnya penyampaian materi pelajaran di dalam kelas yang dapat memotivasi peserta didik. Pemanfaatan multimedia dalam pembelajaran menjadi suatu solusi peningkatan kualitas pembelajaran yang ada di kelas, dan menjadikan suatu alternative keterbatasan kesemparan mengajar yang dilaksanakan pendidik.

Pembelajaran dengan menggunakan multimedia bertujuan untuk memudahkan proses pembelajaran dan menumbuhkan kekreatifan dan keinovasian pendidik dalam mendesain pembelajaran yang komunikatif dan interaktif serta sebagai jalan permasalahan di tengah kesibukan pendidik. Pengembangan multimedia dalam pembelajaran selanjutnya dimanfaatkan ke dalam pembelajaran di kelas untuk menggantikan ataupun sebagai pelengkap dalam pembelajaran konvensional.[14]

8.      Media Pembelajaran ditinjau dari Al-Qur’an dan Hadits

Al-Qur’an memberikan penjelasan yang jelas kepada para guru dalam melaksanakan pembelajaran. Al-Qur’an memberikan gambaran yang jelas terkait media pembelajaran dalam pendidikan, diantaranya yang menjadi rujukan dalam mentarsirkan media pembelajaran adalah keteladanan yang ada pada pribadi Rasulullah SAW[15]. Keteladanan yang dimiliki oleh rasulullah SAW dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Jum’ah sebagai berikut:

هُوَ ٱلَّذِي بَعَثَ فِي ٱلۡأُمِّيِّ‍ۧنَ رَسُولٗا مِّنۡهُمۡ يَتۡلُواْ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمۡ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبۡلُ لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ٢

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”[16]

Berdasarkan penjelasan dari ayat tersebut, nabi dikisahkan telah mengajarkan ummatnya dengan menggunakan media antara lain, dengan menggunakan perbuatannya, keteladanannya, dimana nabi langsung memberikan uswatun hasanah.



[1] Sri Anitah, Media Pembelajaran (Surakarta: Yuma Pressindo, 2010), hlm. 4-5.

[2] Hujair AH. Sanaki, Media Pembelajaran, (Jogyakarta: Safiria Insania Press, 2009), hlm. 3.

[3] Sudarwan Danim, Media Komunikasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), hlm. 7.

[4] Hunair, Media Pembelajaran, (Jogyakarta: Safiria Insania Press, 2009), hlm 3.

[5] Martinis Yamin, Kiat Membelajarkan Siswa, (Jakarta: GP Press Group, 2013), hlm. 200-203.

[6] Sa’dun Akbar, Instrumen Perangkat Pembelajaran (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2013), hlm. 119.

[7] Hamdani, Strategi Belajar Mengajar (Bandung: Pustaka Setia, 2011), hlm. 191.

[8] Sharon E. Smaldino, Deborah L. Lowther, James D. Russel, Teknolohi Pembelajaran dan Media untuk Belajar, (Jakarta: Fajar Interpratama Offset, 2012), hlm.169

[9] Ibid,.

[10] Ibid,.

[11] Sudarwan Danim. Op cit. hlm. 52.

[12] Ibid., hlm. 53-54.

[13] Ibid,. hlm: 54-56.

[14] Ibid,. hlm: 63-64.

[15] Samsul Ulum dan Triyo Supriyatno, Tarbiyah Qur’aniyyah, (Malang: UIN Press, 2006), hlm. 80-81.

[16] Al-Qur’an Al-Karim, Surat Al-Jum’ah ayat 2.


Previous Post
Next Post

0 komentar: