Jumat, Juni 26, 2020

Model Pembelajaran Picture and Picture

1.      Hakikat Pembelajaran Piture and Picture

Model Pembelajaran Picture and Picture adalah salah satu model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis. Pembelajaran ini memiliki ciri aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Model Pembelajaran Picture and Picture, mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi faktor utama dalam proses pembelajaran. Sehingga sebelum proses pembelajaran guru sudah menyiapkan gambar yang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau dalam bentuk cerita dalam ukuran besar. Menurut Johson and Johson prinsip dasar dalam model pembelajaran kooperatif Picture and Picture adalah sebagai berikut[1]:

a.       Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya.

b.      Setiap anggota kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota kelompok mempunyai tujuan yang sama.

c.       Setiap anggota kelompok (siswa) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya.

d.      Setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi.

e.       Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya.

f.       Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta mempertanggung jawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kooperatif.

Zaenal dalam bukunya mengemukakan model Picture and Picture adalah model pembelajaran yang ditekankan pada gambar yang diurutkan menjadi urutan yang logis, mengembangkan interaksi antar siswa yang saling asah, silih asih, dan silih asuh[2].

2.      Langkah-langkah Pembelajaran Picture and Picture

Pembelajaran Picture and Picture menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:

a.       Siswa menyimak penjelasan guru tentang kompetensi yang ingin dicapai.

b.      Siswa mendengarkan pengantar materi yang disampaikan oleh guru,

c.       Siswa mengamati memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi.

d.      Siswa berkelompok serta menempelkan gambar sesuai dengan materi yang sudah dijelaskan oleh guru.

e.       Dari alasan urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep atau materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.

f.       Siswa membuat kalimat berdasarkan gambar yang telah di tempel.

3.      Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Picture and Picture

Johnson dan Johnson model pembelajaran picture and picture mempunyai kelebihan dan kekurangan, yaitu:

        a.       Kelebihan Picture and Picture

Menurut Johonson dalam Trianto menyatakan[3]:

1)      Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa.

2)      Melatih berpikir logis dan sistematis

3)      Membantu siswa belajar berpikir berdasarkan sudut pandang suatu subjek bahasa dengan memberikan kebebasan siswa dalam praktik berpikir.

4)       Mengembangkan motivasi untuk belajar yang lebih baik.

5)      Siswa dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaan kelas.

        b.      Kekurangan Picture and Picture

Menurut Johonson dalam Trianto menyatakan[4]:

1)      Memakai banyak waktu

2)      Banyak siswa yang pasif

3)      Guru khawatir akan terjadi kekacauan di kelas.

4)      Banyak siswa yang tidak senang apabila disuruh bekerja sama dengan yang lainnya.

5)      Dibutuhkan dukungan fasilitas, alat dan biaya yang cukup memadai

Untuk mengatasi kekurangan tersebut di atas, pembentukan kelompok dilakukan secara heterogen agar anak yang kurang aktif berinteraksi dengan anak yang aktif, begitu juga dengan anak yang kurang pandai dicampur dengan anak yang pandai.



[1] Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Surabaya: Progresis. Hal. 281.

[2] Aqib Zaenal. 2014. Media Model Strategi Pembelajaran Inovatif. Bandung: Yrama. Hal. 18.

[3] Trianto, Hal. 12.

[4] Trianto, Hal. 12.


Previous Post
Next Post

0 komentar: