1.
Hakikat Pembelajaran Piture
and Picture
Model
Pembelajaran Picture and Picture adalah salah satu model pembelajaran
kooperatif. Model pembelajaran Picture and Picture adalah suatu metode
belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan
logis. Pembelajaran ini memiliki ciri aktif, inovatif, kreatif, dan
menyenangkan. Model Pembelajaran Picture and Picture, mengandalkan
gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi
faktor utama dalam proses pembelajaran. Sehingga sebelum proses pembelajaran
guru sudah menyiapkan gambar yang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau
dalam bentuk cerita dalam ukuran besar. Menurut Johson and Johson
prinsip dasar dalam model pembelajaran kooperatif Picture and Picture adalah
sebagai berikut[1]:
a. Setiap anggota
kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam
kelompoknya.
b. Setiap anggota
kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota kelompok mempunyai tujuan
yang sama.
c. Setiap anggota
kelompok (siswa) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara
anggota kelompoknya.
d.
Setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi.
e.
Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi
kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses
belajarnya.
f.
Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta
mempertanggung jawabkan secara individual materi yang ditangani dalam
kooperatif.
Zaenal dalam bukunya mengemukakan model Picture
and Picture adalah model pembelajaran yang ditekankan pada gambar yang
diurutkan menjadi urutan yang logis, mengembangkan interaksi antar siswa yang
saling asah, silih asih, dan silih asuh[2].
2.
Langkah-langkah
Pembelajaran Picture and Picture
Pembelajaran
Picture and Picture menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Siswa menyimak penjelasan guru tentang kompetensi yang ingin
dicapai.
b. Siswa mendengarkan pengantar materi yang disampaikan oleh guru,
c. Siswa mengamati memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan
dengan materi.
d. Siswa berkelompok serta menempelkan gambar sesuai dengan materi
yang sudah dijelaskan oleh guru.
e. Dari alasan urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan
konsep atau materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
f. Siswa membuat kalimat berdasarkan gambar yang telah di tempel.
3.
Kelebihan dan Kelemahan
Model Pembelajaran Picture and Picture
Johnson
dan Johnson model pembelajaran picture and picture mempunyai kelebihan dan
kekurangan, yaitu:
a.
Kelebihan Picture and
Picture
Menurut
Johonson dalam Trianto menyatakan[3]:
1) Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa.
2) Melatih berpikir logis dan sistematis
3) Membantu siswa belajar berpikir berdasarkan sudut pandang suatu
subjek bahasa dengan memberikan kebebasan siswa dalam praktik berpikir.
4) Mengembangkan motivasi
untuk belajar yang lebih baik.
5) Siswa dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaan kelas.
b.
Kekurangan Picture and
Picture
Menurut
Johonson dalam Trianto menyatakan[4]:
1) Memakai banyak waktu
2) Banyak siswa yang pasif
3) Guru khawatir akan terjadi kekacauan di kelas.
4) Banyak siswa yang tidak senang apabila disuruh bekerja sama
dengan yang lainnya.
5)
Dibutuhkan dukungan
fasilitas, alat dan biaya yang cukup memadai
Untuk mengatasi kekurangan tersebut di atas,
pembentukan kelompok dilakukan secara heterogen agar anak yang kurang aktif
berinteraksi dengan anak yang aktif, begitu juga dengan anak yang kurang pandai
dicampur dengan anak yang pandai.
[1] Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Surabaya: Progresis. Hal. 281.
[2] Aqib Zaenal. 2014. Media Model Strategi Pembelajaran Inovatif. Bandung:
Yrama. Hal. 18.
[3] Trianto, … Hal. 12.
[4] Trianto, … Hal. 12.


0 komentar: